PENGERTIAN, SEJARAH DAN KRITIK TERHADAP MEDIUM THEORY

Daftar Isi

Medium Theory adalah teori yang dikembangkan oleh Marshall McLuhan pada tahun 1964 yang berfokus pada hubungan antara media dan masyarakat. Menurut McLuhan, medium adalah pesan itu sendiri dan bukan hanya sarana untuk menyampaikan pesan. Dalam artikel ini, kita akan membahas konsep-konsep dasar dalam Medium Theory, perkembangan media dan perubahan sosial, perspektif Medium Theory dalam studi komunikasi, contoh studi kasus, kritik terhadap Medium Theory, dan kesimpulan.

Konsep-Konsep Dasar dalam Medium Theory

Medium Theory menekankan bahwa medium adalah pesan itu sendiri dan bukan hanya sarana untuk menyampaikan pesan. Bentuk medium dan karakteristiknya sangat memengaruhi cara kita berpikir dan bertindak. Sebagai contoh, medium cetak (seperti buku) menekankan pada logika linier dan pemrosesan informasi yang mendalam, sedangkan medium elektronik (seperti televisi) menekankan pada pengalaman visual dan pemrosesan informasi yang cepat. Medium juga dapat memengaruhi cara kita berinteraksi satu sama lain dan membentuk kebudayaan dan identitas.

Perkembangan Media dan Perubahan Sosial

Seiring dengan kemajuan teknologi media, media memiliki peran yang semakin besar dalam membentuk kebudayaan dan identitas. Perubahan sosial yang diakibatkan oleh kemajuan teknologi media juga dapat diamati, seperti dampak internet pada kemajuan globalisasi dan digitalisasi budaya. Selain itu, media juga dapat memengaruhi tindakan dan pandangan kita terhadap dunia.

Perspektif Medium Theory dalam Studi Komunikasi

Dalam studi komunikasi, Medium Theory mempertimbangkan pengaruh medium dalam proses komunikasi. Pemilihan medium yang berbeda dapat memiliki konsekuensi yang berbeda dalam berkomunikasi. Sebagai contoh, medium yang dipilih dalam diskusi politik dapat memengaruhi pemahaman dan respon audiens terhadap pesan yang disampaikan.

Contoh Studi Kasus dalam Medium Theory

Studi kasus yang dilakukan dengan pendekatan Medium Theory antara lain adalah mengenai peran media dalam pemilihan presiden AS dan pengaruh media sosial dalam meningkatkan partisipasi politik. Studi-studi ini menunjukkan bagaimana media dapat memengaruhi pandangan masyarakat dan mempengaruhi tindakan mereka.

Kritik terhadap Medium Theory

Meskipun Medium Theory memiliki kontribusinya dalam studi komunikasi, teori ini juga mendapat kritik. Salah satu kritik terhadap Medium Theory adalah pendekatannya yang deterministik dalam memperlakukan media sebagai faktor penentu dalam interaksi sosial. Kritik lainnya adalah generalisasi dalam Medium Theory yang dapat mengabaikan kompleksitas situasi dan faktor yang terlibat dalam interaksi sosial.

Kritik terhadap Medium Theory menyatakan bahwa pendekatannya terlalu deterministik dalam memperlakukan media sebagai faktor penentu dalam interaksi sosial. Kritik ini menunjukkan bahwa Medium Theory mengabaikan faktor lain yang juga memengaruhi interaksi sosial, seperti konteks budaya, sejarah, politik, dan sosial. Selain itu, Medium Theory juga dianggap generalisasi dan mengabaikan kompleksitas situasi dan faktor yang terlibat dalam interaksi sosial.

Salah satu sumber referensi yang mengkritik pendekatan Medium Theory adalah buku "Media, Society, World: Social Theory and Digital Media Practice" karya Nick Couldry dan James Curran (2012). Buku ini membahas kritik terhadap Medium Theory dan menyatakan bahwa teori ini mengabaikan kepentingan masyarakat dan kekuatan politik dalam pengaruh media, serta mengabaikan kemampuan masyarakat dalam mengartikan pesan yang diterima melalui media.

Buku "The Media and Modernity: A Social Theory of the Media" karya John B. Thompson (1995) juga mengkritik pendekatan Medium Theory. Thompson menyatakan bahwa Medium Theory terlalu terfokus pada peran media sebagai pengubah sosial dan mengabaikan peran masyarakat dalam membentuk makna dan nilai-nilai dalam media.

Selain itu, beberapa kritik lainnya terhadap Medium Theory meliputi kritik terhadap cara McLuhan menggunakan analogi biologis untuk menjelaskan hubungan antara media dan masyarakat serta kritik terhadap cara Medium Theory mengabaikan perbedaan dalam penggunaan media oleh kelompok-kelompok sosial yang berbeda.

Secara keseluruhan, kritik terhadap Medium Theory menunjukkan bahwa pendekatan teori ini masih perlu dikembangkan lebih lanjut agar dapat mempertimbangkan faktor-faktor lain yang memengaruhi interaksi sosial melalui media.

Kesimpulan

Medium Theory adalah teori yang menekankan pentingnya mempertimbangkan medium dalam memahami interaksi sosial dan hubungan antara media dan masyarakat. Meskipun terdapat kritik terhadap Medium Theory, teori ini tetap memiliki kontribusinya dalam studi komunikasi dan mempengaruhi perkembangan teknologi

Posting Komentar