PENGERTIAN, KONSEP DASAR, SERTA METODE PENELITIAN GEOMORFOLOGI

Daftar Isi

 


Geomorfologi adalah salah satu cabang ilmu geografi yang mempelajari bentuk dan struktur permukaan bumi, serta proses alam yang membentuknya. Ilmu ini sangat penting dalam memahami karakteristik geografis suatu daerah, serta dapat digunakan untuk memprediksi dan memitigasi risiko bencana alam. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang pengertian geomorfologi secara lebih detail, termasuk konsep dasar, metode penelitian, dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Konsep Dasar Geomorfologi

 

Geomorfologi berasal dari kata "geo" yang berarti bumi, dan "morphos" yang berarti bentuk. Secara sederhana, geomorfologi dapat diartikan sebagai studi tentang bentuk permukaan bumi dan proses yang membentuknya. Permukaan bumi terdiri dari berbagai macam bentuk seperti gunung, lembah, dataran tinggi, dan dataran rendah. Setiap bentuk tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda, dan dipengaruhi oleh proses geologi yang berlangsung selama jutaan tahun.

 

Salah satu konsep dasar dalam geomorfologi adalah siklus erosi. Siklus ini terdiri dari proses erosi, transportasi, dan sedimentasi. Erosi terjadi ketika air atau angin mengikis batuan dan tanah, dan membawanya ke tempat yang lebih rendah. Transportasi terjadi ketika material yang tererosi dibawa oleh aliran air atau angin. Sedimentasi terjadi ketika material yang tertransportasi menumpuk di suatu tempat dan membentuk endapan.

 

Proses-proses tersebut selalu berlangsung secara terus-menerus, dan menyebabkan perubahan bentuk permukaan bumi. Misalnya, erosi yang terjadi di pegunungan dapat membentuk lembah atau sungai. Sedangkan transportasi dan sedimentasi yang terjadi di pesisir dapat membentuk pantai berpasir atau rawa.

 

Metode Penelitian Geomorfologi

 

Untuk mempelajari bentuk permukaan bumi dan proses yang membentuknya, ilmuwan geomorfologi menggunakan berbagai macam metode penelitian. Beberapa metode tersebut antara lain:

 

Pemetaan Topografi

Metode ini dilakukan dengan menggunakan peta topografi yang menunjukkan kontur dan elevasi permukaan bumi. Peta tersebut dapat digunakan untuk memahami karakteristik topografi suatu daerah, seperti kemiringan, curah hujan, dan pola drainase.

 

Pengamatan Lapangan

Pengamatan lapangan dilakukan dengan cara langsung mengamati bentuk permukaan bumi, serta memperhatikan tanda-tanda geologi seperti batuan dan endapan. Metode ini sangat berguna untuk mempelajari detail permukaan bumi yang tidak terlihat pada peta topografi.

 

Penggunaan Teknologi Geospasial

Teknologi geospasial seperti satelit dan drone dapat digunakan untuk memetakan permukaan bumi secara lebih akurat dan detail. Teknologi ini juga dapat digunakan untuk memonitor perubahan bentuk permukaan bumi dari waktu ke waktu.

 

Aplikasi Geomorfologi dalam Kehidupan Sehari-hari

 

Geomorfologi memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bidang manajemen risiko bencana. Dengan memahami bentuk dan struktur permukaan bumi serta proses yang membentuknya, ilmuwan geomorfologi dapat memprediksi potensi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, atau gempa bumi. Selain itu, geomorfologi juga dapat membantu dalam mitigasi risiko bencana dengan merencanakan tata guna lahan yang aman dan memperkuat infrastruktur yang rentan terhadap bencana.

Contoh aplikasi geomorfologi dalam manajemen risiko bencana adalah di Indonesia. Sebagai negara yang rawan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung api, dan banjir, pemerintah Indonesia telah memanfaatkan ilmu geomorfologi untuk meminimalisir dampak bencana. Misalnya, pemerintah telah melakukan pemetaan wilayah rawan bencana dan membangun infrastruktur penanggulangan bencana seperti tanggul, shelter, dan jalur evakuasi.

Selain manajemen risiko bencana, geomorfologi juga memiliki aplikasi dalam bidang geologi dan eksplorasi mineral. Geomorfologi dapat membantu mengidentifikasi potensi sumber daya mineral dan bahan tambang di suatu daerah dengan memahami proses geologi yang membentuknya. Selain itu, geomorfologi juga dapat membantu memahami sejarah geologi suatu daerah, termasuk proses pembentukan gunung dan lempeng bumi yang bergerak.

Daftar Pustaka:

1.            Tarigan, A.P., and Putra, P.S. 2016. Geological and geomorphological characteristics of the city of Bandung, West Java, Indonesia. Journal of Applied Geology and Geophysics, 4(1): 1-9.

2.            Watson, S. 2018. Understanding geomorphology: a primer. Oxford University Press.

3.            Wiratmaja, I.G.B., et al. 2019. Geomorphic controls on riverine sediment dynamics and the delivery of organic carbon to the coastal zone: A case study of the Brantas River, East Java, Indonesia. Journal of Marine Systems, 191: 8-18.

4.            Yudistira, D. 2020. Geomorphology and tectonic evolution of the Northern Central Range, Taiwan: insights from cosmogenic nuclides and digital elevation models. PhD Dissertation, National Taiwan University.

 

 

 

Posting Komentar