PENGERTIAN STEREOTYPE, TEORI DAN CONTOHNYA

Daftar Isi




Stereotype merupakan salah satu fenomena sosial yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Stereotype adalah pandangan umum atau gambaran yang umumnya diterima tentang suatu kelompok orang, berdasarkan karakteristik atau sifat yang dipercayai dimiliki oleh kelompok tersebut. Stereotype dapat membentuk persepsi dan pemikiran seseorang terhadap kelompok tertentu tanpa melihat individu-individu di dalam kelompok tersebut secara individual. Dalam artikel ini, akan dibahas pengertian stereotype menurut para ahli, teori, dan contohnya.

Pengertian Stereotype Menurut Para Ahli

Menurut Tajfel dan Turner (1979), stereotype merupakan pandangan atau persepsi yang berlebihan dan bersifat kaku terhadap suatu kelompok berdasarkan karakteristik yang dianggap umum atau khas dari kelompok tersebut. Sedangkan menurut Allport (1954), stereotype adalah gambaran mental yang umum dan konstan mengenai kelompok tertentu yang memiliki karakteristik atau sifat yang sama.

Lebih lanjut, Katz dan Braly (1933) menyatakan bahwa stereotype adalah gambaran atau persepsi yang umumnya diterima tentang suatu kelompok, yang umumnya tidak berdasarkan pengalaman langsung dengan kelompok tersebut, melainkan didasarkan pada pengalaman dengan kelompok tersebut yang diperoleh melalui media massa atau pengalaman dengan individu-individu yang mewakili kelompok tersebut.

Teori Stereotype

Teori Stereotype menjelaskan mengenai bagaimana stereotype terbentuk dan dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut teori ini, stereotype terbentuk karena adanya upaya manusia untuk mengelompokkan orang berdasarkan karakteristik atau sifat yang sama. Hal ini terjadi karena manusia cenderung mencari keseragaman dalam kehidupan sosialnya.

Teori Stereotype juga menyatakan bahwa stereotype dipertahankan karena adanya konfirmasi bias. Konfirmasi bias adalah kecenderungan untuk mencari informasi yang mendukung stereotipe yang ada dan mengabaikan informasi yang tidak sesuai dengan stereotipe tersebut. Dengan demikian, stereotipe akan semakin kuat ketika seseorang selalu mencari konfirmasi dari stereotipe yang ada.

Contoh Stereotype

Stereotype dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti jenis kelamin, agama, ras, orientasi seksual, dan sebagainya. Berikut beberapa contoh stereotype yang umum ditemukan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Stereotype gender

Stereotype gender adalah stereotipe yang berkaitan dengan peran, sifat, dan karakteristik yang dianggap khas atau umum bagi laki-laki atau perempuan. Contohnya adalah perempuan dianggap lebih lemah, sensitif, dan emosional, sedangkan laki-laki dianggap lebih kuat, tegas, dan rasional.

  • Stereotype ras

Stereotype ras adalah stereotipe yang berkaitan dengan karakteristik atau sifat yang dianggap umum atau khas dari kelompok ras tertentu. Contohnya adalah stereotipe bahwa orang Asia cenderung pandai matematika, atau bahwa orang Afrika cenderung lebih atletis.

  • Stereotype agama

Stereotype agama adalah stereotipe yang berkaitan dengan karakteristik atau sifat yang dianggap umum atau khas dari kelompok agama tertentu. Contohnya adalah stereotipe bahwa umat Islam cenderung fanatik atau bahwa umat Kristen cenderung konservatif.

  • Stereotype orientasi seksual

Stereotype orientasi seksual adalah stereotipe yang berkaitan dengan karakteristik atau sifat yang dianggap umum atau khas dari kelompok orang yang memiliki orientasi seksual tertentu. Contohnya adalah stereotipe bahwa orang homoseksual cenderung feminin atau bahwa orang lesbian cenderung maskulin.

  • Stereotype Terhadap Suku


Stereotype terhadap suku adalah generalisasi berlebihan atau persepsi yang tidak akurat tentang suatu kelompok suku berdasarkan karakteristik atau sifat yang dianggap umum atau khas untuk suku tersebut. Contoh stereotype terhadap suku dapat ditemukan dalam masyarakat Indonesia, seperti:


  • Jawa

Stereotype terhadap suku Jawa seringkali dianggap sebagai suku yang santun dan sopan, namun juga dianggap sebagai suku yang penakut dan keras kepala.


  • Sunda

Stereotype terhadap suku Sunda seringkali dianggap sebagai suku yang ramah dan sopan, namun juga dianggap sebagai suku yang pelit dan kurang inovatif.


  • Minangkabau

Stereotype terhadap suku Minangkabau seringkali dianggap sebagai suku yang terkenal dengan keberanian dan kegigihannya, namun juga dianggap sebagai suku yang keras kepala dan suka berdebat.


  • Stereotype Terhadap Bangsa

Stereotype terhadap bangsa adalah generalisasi berlebihan atau persepsi yang tidak akurat tentang suatu bangsa berdasarkan karakteristik atau sifat yang dianggap umum atau khas untuk bangsa tersebut. Contoh stereotype terhadap bangsa dapat ditemukan dalam masyarakat internasional, seperti:

Jerman

Stereotype terhadap bangsa Jerman seringkali dianggap sebagai bangsa yang rapi, cermat, dan disiplin, namun juga dianggap sebagai bangsa yang dingin dan kurang humoris.

Amerika

Stereotype terhadap bangsa Amerika seringkali dianggap sebagai bangsa yang suka berlebihan, namun juga dianggap sebagai bangsa yang inovatif dan kreatif.

Jepang

Stereotype terhadap bangsa Jepang seringkali dianggap sebagai bangsa yang disiplin dan efisien, namun juga dianggap sebagai bangsa yang terlalu kaku dan kurang fleksibel.

  • Stereotype Terhadap Agama

Stereotype terhadap agama adalah generalisasi berlebihan atau persepsi yang tidak akurat tentang suatu agama berdasarkan karakteristik atau sifat yang dianggap umum atau khas untuk agama tersebut. Contoh stereotype terhadap agama dapat ditemukan dalam masyarakat Indonesia, seperti:

Islam

Stereotype terhadap agama Islam seringkali dianggap sebagai agama yang fanatik dan konservatif, namun juga dianggap sebagai agama yang mengajarkan toleransi dan keadilan.

Kristen

Stereotype terhadap agama Kristen seringkali dianggap sebagai agama yang konservatif dan dogmatis, namun juga dianggap sebagai agama yang mengajarkan kasih dan belas kasih.

Hindu

Stereotype terhadap agama Hindu seringkali dianggap sebagai agama yang eksotis dan mistik, namun juga dianggap sebagai agama yang kaku dan diskriminatif terhadap kasta.

Teori Stereotype

Teori stereotype menjelaskan mengenai bagaimana stereotype terbentuk dan dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut teori ini, stereotype terbentuk karena adanya upaya manusia untuk mengelompokkan orang berdasarkan karakteristik atau sifat yang sama. Hal ini terjadi karena manusia cenderung mencari keseragaman dalam kehidupan sosialnya.

Teori stereotype juga menyatakan bahwa stereotype dipertahankan karena adanya konfirmasi bias. Konfirmasi bias adalah kecenderungan untuk mencari informasi yang mendukung stereotipe yang ada dan mengabaikan informasi yang tidak sesuai dengan stereotipe tersebut. Dengan demikian, stereotipe akan semakin kuat ketika seseorang selalu mencari konfirmasi dari stereotipe yang ada.


Daftar Pustaka:


Allport, G.W. (1954). The nature of prejudice. Oxford, England: Addison-Wesley.


Katz, D., & Braly, K. (1933). Racial stereotypes of one hundred college students. Journal of Abnormal and Social Psychology, 28(3), 280-290.


Tajfel, H., & Turner, J.C. (1979). An integrative theory of intergroup conflict. In W.G. Austin & S. Worchel (Eds.), The social psychology of intergroup relations (pp. 33-47). Monterey, CA: Brooks/Cole.

Daftar Pustaka:


Allport, G.W. (1954). The nature of prejudice. Oxford, England: Addison-Wesley.


Katz, D., & Braly, K. (1933). Racial stereotypes of one hundred college students. Journal of Abnormal and Social Psychology, 28(3), 280-290.


Tajfel, H., & Turner, J.C. (1979). An integrative theory of intergroup conflict. In W.G. Austin & S. Worchel (Eds.), The social psychology of intergroup relations (pp. 33-47). Monterey, CA: Brooks/Cole.


Dalam kesimpulan, stereotype merupakan pandangan umum atau gambaran yang umumnya diterima tentang suatu kelompok orang, berdasarkan karakteristik atau sifat yang dipercayai dimiliki oleh kelompok tersebut. Teori stereotype mengatakan bahwa stereotype terbentuk karena adanya upaya manusia untuk mengelompokkan orang berdasarkan karakteristik atau sifat yang sama dan dipertahankan karena adanya konfirmasi bias. Stereotype dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti jenis kelamin, agama, ras, orientasi seksual, dan sebagainya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali stereotype dan berusaha untuk tidak terjebak dalam stereotipe tersebut. 

Posting Komentar