PENGERTIAN TUNAGRAHITA

Daftar Isi



PENGERTIAN TUNAGRAHITA ADALAH..

Pengertian Tunagrahita biasanya digunakan untuk menyebut anak mempunyai kemampuan intelektual di bawah rata-rata. Dalam kepustakaan bahasa asing digunakan istilah-istilah mental retardation, mentally retarded. mental deficiency, mental defective, dan lain-lain. 


Istilah tersebut sesungguhnya memiliki arti yang sama yang menjelaskan kondisi anak yang kecerdasannya jauh di bawah rata-rata dan ditandai oleh keterbatasan inteligensi dan ketidakcakapan dalam interaksi sosial. Anak tunagrahita adalah juga dikenal dengan istilah terbelakang mental karena keterbatasan kecerdasannya mengakibatkan dirinya sukar untuk mengikuti program pendidikan di sekolah biasa secara klasikal, oleh karena itu anak terbelakang mental membutuhkan layanan pendidikan secara khusus yakni disesuaikan dengan kemampuan anak tersebut.


Permasalahan anak yang tidak mampu mengikuti sistem pengajaran klasikal mendorong pemecahan masalah ini secara tuntas. Dengan latar belakang seperti ini, Alfred Binet tampil dengan konsep baru tentang psikologi bahwa kecerdasan tidak lagi diteliti melalui pendriaan tetapi langsung diteliti tanpa perantara lagi. Selanjutnya Binet melontarkan pula ide baru yang diistilahkan dengan "Mental Level" yang kemudian menjadi "Mental Age".


Untuk memahami anak tunagrahita atau terbelakang mental ada baiknya memahami terlebih dahulu konsep Mental Age (MA). Mental Age adalah kemampuan mental yang dimiliki oleh seorang anak pada usia tertentu.


Sebagai contoh, anak yang mempunyai usia enam tahun akan mempunyai kemampuan yang sepadan dengan kemampuan anak usia enam tahun pada umumnya. Artinya anak yang berumur enam tahun akan memiliki MA enam tahun. Jika seorang anak memiliki MA lebih tinggi dari umurnya (Cronology Age), maka anak tersebut memiliki kemampuan mental atau kecerdasan di atas rata-rata. 

Sebaliknya jika MA seorang anak lebih rendah daripada umurnya, maka anak tersebut memiliki kemampuan kecerdasan di bawah rata-rata. Anak tunagrahita selalu memiliki MA yang lebih rendah daripada CA secara jelas. Oleh karena itu MA yang sedikit saja kurangnya dari CA tidak termasuk tunagrahita. MA dipandang sebagai indeks dari perkembangan kognitif seorang anak.


Ternyata dari IQ pun ditemukan bahwa anak yang selama ini disebut anak tunagrahita ringan, sedang, dan berat, memiliki IQ sendiri yang tidak bisa ditukar-tukar. Orang kemudian terkesan oleh penemuan ini sehingga belakangan ada orang yang hanya berani mengatakan tunagrahita ringan, sedang, dan berat setelah mengetahui IQ-nya.


Pada masa awal perkembangan, hampir tidak ada perbedaan antara anak-anak tunagrahita dengan anak yang memiliki kecerdasan rata-rata. Akan tetapi semakin lama perbedaan pola perkembangan antara anak tunagrahita dengan anak normal semakin terlihat jelas.


Untuk memahami pengertian tunagrahita pada anak ini, ada baiknya kita telaah definisi tentang anak ini yang dikembangkan oleh AAMD (American Association of Mental Deficiency) sebagai berikut: "Keterbelakangan mental menunjukkan fungsi intelektual di bawah rata-rata secara jelas dengan disertai ketidakmampuan dalam penyesuaian perilaku dan terjadi pada masa perkembangan" (Kauffman dan Hallahan, 1986).


Yang menarik dari pernyataan di atas adalah bahwa keterbelakangan mental yang hanya sedikit saja tidak termasuk tunagrahita. Dikatakan bahwa bila seorang anak mengalami keterbatasan kecerdasan (IQ) 2 kali standar deviasi barulah termasuk tunagrahita. Contoh, anak normal mempunyai IQ 100, maka anak tunagrahita mempunyai IQ 70 yaitu ia mengalami keterlambatan 2 x 15 = 30 maka diperoleh IQ 70 tersebut.

Penyesuaian perilaku, maksudnya saat ini seseorang dikatakan tunagrahita adalah tidak hanya dilihat IQ-nya akan tetapi perlu dilihat sampai sejauh mana anak ini dapat menyesuaikan diri. Jadi jika anak ini dapat menyesuaikan diri,maka tidaklah lengkap ia dipandang sebagai anak tunagrahita. Terjadi pada usia perkembangan, maksudnya bila ketunagrahitaan ini terjadi setelah usia dewasa,maka ia tidak tergolong TunaGrahita.


Sumber : Buku Psikologi Anak Luar Biasa, Drs.Hj. T. Sutjihati Somantri, M.Si., Psi, Penerbit PT.Regika Aditama, Bandung, 2006

 

Posting Komentar