PENGERTIAN PERKEMBANGAN SOSIAL PADA ANAK

Daftar Isi

 



Apa yang kamu pikirkan saat melihat foto di atas? Anak yang tidak bergaul? Tidak memiliki kemampuan bersosialisasi? Well, apa sebenarnya pengertian perkembangan sosial pada anak? Yuk kita simak uraian berikut.


Perkembangan sosial berarti dikuasainya kemampuan untuk bertingkah laku sesuai dengan tuntutan-tuntutan masyarakat. Hurlock lebih terperinci membatasi pengertian perkembangan sosial sebagai suatu proses yang dijalani individu yang sejak lahir sudah memiliki bermacam-macam potensi, diarahkan untuk mengembangkan tingkah laku sosial yang dalam pengertian lebih sempit diartikan sebagai tingkah laku yang sesuai dengan kebiasaan yang dapat diterima sesuai dengan standar yang berlaku dalam suatu kelompo tertentu.


Walaupun manusia berbeda satu dengan yang lainnya, merek berhubungan sangat erat dalam suatu kelompok. Proses sosialisasi dapa digolongkan ke dalam beberapa proses penting, yaitu:

- Proses perkembangan tingkah laku yang dapat diterima oleh kelompok karena tingkah laku tersebut dianggap sesuai dengan standar yang berlaku dalam kelompok tersebut,


- Proses perkembangan pelaksanaan peran-peran sosial yang berlaku dalam suatu kelompok yang merupakan kebiasaan, yang ditentukan dan dituntut oleh suatu kelompok sosial tertentu,


- Proses perkembangan sikap sosial, yaitu sikap yang menyenangkan orang lain yang bergaul dengan seseorang. 


Intisari sosialisasi adalah:


a) Anak-anak dari usia yang berbeda bahkan orang dewasa, dengan latar belakang yang berbeda pula.

(b) Seorang anak belajar untuk menjadi makhluk sosial bilamana mempunyai motivasi untuk melakukannya. Motivasi untuk melakukan proses sosialisasi itu berhubungan erat dengan kepuasan yang diperoleh dari kegiatan sosial.


Proses belajar melaksanakan sosialisasi dengan metode yang efektif dan disertai bimbingan merupakan hal yang penting.


Melalui proses belajar mencoba-coba (trial and error), seorang anak mempelajari tingkah laku yang diperlukan untuk menyesuaikan diri dalam lingkungan sosial, anak juga belajar dengan jalan melaksanakan suatu peran tertentu (role practice) yaitu melalui proses imitasi. 

Seorang anak akan belajar lebih efektif bila ia diajar oleh seseorang yang membimbing dan mengarahkan untuk memilih teman-teman, dengan demikian ia akan mempunyai model yang baik untuk ditirunya. Keberhasilan anak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya sangat tergantung pada ketiga faktor di atas. Dengan demikian anak-anak yang dirawat di lembaga-lembaga perawatan seperti panti asuhan atau rumah sakit pusat rehabilitasi anak-anak cacat, masalah sosialisasi ini perlu mendapat perhatian yang serius, untuk mencegah kesulitan dalam penyesuaian sosial seorang individu.


Kelompok sosial, dalam hal ini adalah kelompok teman-teman yang seusia dengan anak, membantu anak untuk memperoleh kemandirian dalam arti tidak tergantung pada orang tua dan menjadi seseorang yang berdiri sendiri berdasarkan hak-haknya, boleh mempunyai pendapat sendiri, bertingkah laku sesuai dengan tuntutan kelompok, dan sebagainya.


Konsep diri, kelompok berpengaruh terhadap individu melalui konsep diri seorang anak. Sebelum seorang anak mengetahui mengapa orang-orang menyukai atau menolak dirinya, anak sudah dapat mengetahui pendapat mereka dan apa arti reaksi mereka. Bila reaksi orang-orang itu menunjukkan sikap yang baik, maka anak akan mempunyai konsep diri yang baik pula.


Daftar Pustaka : Buku Psikologi Anak Luar Biasa,Drs. HK. T. Sutjihati Somantri,M. Si., Psi, Penerbit PT. Refika Aditama, 2006



Posting Komentar