HUBUNGAN ISLAM DENGAN KEBUDAYAAN

Daftar Isi

 




Apakah Islam menolak budaya? Berikut hubungan Islam dengan kebudayaan.


Agama dalam pengertian "Addien", sumbernya adalah wahyu dari Tuhan. Sedang kebudayaan sumbernya dari manusia. Jadi agama tidak dapat dimasukkan ke dalam lingkungan kebudayaan selama manusia berpendapat bahwa Tuhan tak dapat dimasukkan ke dalam hasil cipta manusia.


Orang-orang atheis umumnya beranggapan bahwa Tuhan adalah ciptaan manusia yang timbul dari perasaan takutnya. Semuanya bersumber pada materi, jadi Tuhan juga hasil perkembangan perpautan materi-materi akal manusia. Oleh golong an ini agama dipandang sebagai cabang kebudayaan, karena agama merupakan cara berpikir dan merasa dalam kehidupan suatu kesatuan sosial mengenai hubungan dengan Yang Maha Kuasa. Agama ini dapat diistilahkan dengan : "agama budaya", seperti misalnya animisme, dinamisme, naturalisme (serba alam), spiritualisme (serba arwah), agama Kong Hucu, agama sinto, bahkan agama Hindu dan Budha termasuk juga dalam kategori ini.


Bagi orang yang ber-Tuhan adalah sebaliknya. Alam semesta ini menurut mereka adalah ciptaan Tuhan. Dengan demikian agama dapat ikut mempengaruhi terciptanya kebudayaan, sedang kebudayaan tak dapat mencipta agama. Sebagaimana halnya Tuhan dapat mempengaruhi manusia, tetapi manusia tak dapat mempengaruhi Tuhan.


Agama adalah bukan produk manusia, tidak berasal dari manusia, tetapi dari Tuhan. Tuhan mengutus Rasul untuk menyampaikan agama kepada umat. Dengan perantaraan malaikat, Tuhan mewahyukan firman-firman-Nya di dalam kitab suci kepada pesuruh-Nya. Isi kitab suci itu berasal dari Tuhan, disampaikan oleh Malaikat, diucapkan oleh rasul, sehingga dapat ditangkap, diketahui, dipahami dan selanjutnya diamalkan oleh umat.


Islamologi mengistilahkan agama jenis kedua ini :"Addinus Samawi", yaitu agama yang diturunkan dari langit, dari atas, dari Tuhan. Contoh agama Yahudi, Nasrani dan Islam.


Jadi jelas bahwa agama bukan bagian dari kebudayan, tetapi berasal dari Tuhan. Kebudayaan menurut Islam ialah mengatur hubungan manusia dengan manusia dan alam nyata. Sedang agama selain mengatur hubungan manusia dengan manusia dan alam nyata juga mengatur hubungan dengan alam gaib, terutama dengan Yang Maha Esa.


Agama Islam sebagai sumber kebudayaan


Seorang ahli sejarah dan kebudayaan dunia barat berama Prof. H.A. Gibb menulis dalam bukunya :"Wither Islam": "Islam is indeed much more than a systeem of theologi, it is a complete civilization" (Islam adalah lebih daripada suatu cara-cara peribadatan saja, tetapi merupakan suatu kebudayaan dan peradaban yang lengkap). Kelebihan Islam dari agama-agama lain, bahwa Islam memberikan dasar yang lengkap bagi kebudayaan dan peradaban.


Memang agama Islam adalah agama fitrah bagi manusia, agama hakiki yang murni, terjaga dari kesalahan dan tidak berubah ubah. Ingatlah ayat suci Al-Qur'an yang artinya "Hadapkanlah mukamu kepada agama yang benar: fitrah Tuhan yang telah menjadikan manusia atasnya, tidak dapat mengganti kepada makhluk Tuhan. Demikianlah Agama yang benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (QS. Ar-Ruum : 30).


Agama Islam sesuai dengan fitrah manusia; maka dari itu jelas bahwa Islam memberi dasar yang cukup kepada manusia untuk hidup berkebudayaan. Di samping urusan akhirat, urusan dunia pun mendapat perhatian yang besar. Ingat pula ayat berikut: "Carilah apa yang didatangkan oleh Allah untuk hidup di akhirat. tapi jangan lupa nasibmu terhadap dunia. Berbuatlah seperti Tuhan berbuat baik kepadamu sekalian. Dan janganlah kamu sekalian membuat kerusakan. Sesungguhnya Tuhan tidak suka kepada orang yang membuat kerusakan". (QS. Al-Qashash: 77).


Untuk memberi gambaran bahwa Islam itu agama yang lengkap sebagai dasar sumber kebudayaan dapatlah dibuktikan bahwa isi Al-Qur'an itu meliputi segala persoalan hidup dan kehidupan, Di antaranya :


1. Dasar-dasar kepercayaan dan ideologi


2. Hikmah dan filsafat


3. Budi pekerti, kesenian dan kesusasteraan 


4. Sejarah umat dan Biografi Nabi-nabi


5. Undang-undang masyarakat


6. Kenegaraan dan pemerintahan


7. Kemiliteran dan Undang-undang perang 8. Hukum perdata (mu'amalat)


9. Hukum pidana (jinayat)


10. Undang-undang alam dan tabiat


Mengenai kebudayaan, bangsa-bangsa mana yang lebih tinggi, tidak ada perbedaan dalam Islam. Bagi Islam ketinggian itu hanya ditentukan di dalam takwanya kepada Tuhan. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an yang artinya: "Wahai manusia, sesungguhnya Kami menjadikan kamu laki-laki dan perempuan. Dan Kami menjadikan kamu bergolong-golong (bersuku-suku) agar supaya kamu saling kenal mengenal. Sesung guhnya yang paling mulia di antara kamu ialah yang paling takwa kepada Tuhan". (QS Hujurat: 13)


Pengaruh Agama Terhadap Kebudayaan


Akulturasi dalam lapangan agama dapat mempengaruhi isi iman dan budi yang tinggi. Akulturasi dalam lapangan agama tersebut dinamai: "syncrotisme" (perpaduan antara 2 kepercayaan), misalnya agama Jawa terdiri dari Islam bercampur dengan Budha


Menurut Prof. Koesoemadi SH: Pengaruh kebudayaan Hindu terhadap kebudayaan Indonesia itu bersifat "penetration pasifique ef suggestive", artinya bersifat damai dan mendorong. Sebab datangnya kebudayaan Hindu bersifat menggiatkan dan meninggikan kebudayaan Indonesia-Kuno dengan tiada melepaskan kepribadian, dan setelah kebudayaan Hindu hilang, kebudayaan Indonesia tetap kaya dan tetap tinggal dalam kepribadiannya.


Menurut Yosselin de Yong Pengaruh Islam terhadap kebudayaan Indonesia bersifat penetration pasifique dan tolerante et constructive (damai dan membangun). Jadi tidak hanya damai dan mendorong saja, tetapi juga membangun. Seperti pengaruh pengaruh agama Islam dalam perkawinan, warisan, hak-hak wanita dan lan-lain.


Kami sependapat dengan analisis Yong tersebut, sebab ternyata pengaruh Islam tidak hanya pada kepercayaan dan adat istiadat sehari-hari, bahkan sampai pada bidang hukum dan upacara upacaranya misalnya: hari besar Islam, upacara kematian, selamatan-selamatan, mengubur mayat, doa, wakaf, warisan, letak masjid dan sebagainya. Semua ini hasil usaha Walisanga, kecuali Syekh Siti Jenar (yang membuat asimilasi atau integrasi sehingga menghilangkan prinsip-prinsip Islam). Dan kami sependapat dengan istilah adaptasi, sehingga Islam adalah satu-satunya agama yang lengkap dan sebagai sumber kebudayaan.


Posting Komentar