Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PROSES KAMPANYE PRESIDEN AMERIKA SERIKAT

Penggunaan media baru dalam kampanye politik yang paling mendapat sorotan adalah kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat pada tahun 2008, di mana Barrack Obama dan tim suksesnya menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan informasi seputar program dan kegiatan kampanye Obama demi menggalang simpati dan dukungan masyarakat Amerika kala itu. Media yang ada di Amerika pada saat itu hanya memiliki kesenjangan dengan para elitis politik Amerika dengan hanya menampilkan berita yang memiliki nilai jual yang tinggi. Mengingat media komunikasi itu memiliki arti yang penting bagi kesuksesan para kandidat, maka bagi para calon kandidat penggunaan media sebagai sarana promosi mereka harus digunakan semaksimal mungkin.

Kemenangan Obama dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 2008 merupakan hasil dari kampanye media sosial yang dilakukan oleh Obama.  Saat maju sebagai calon presiden, Obama hanya dikenal sebagai seorang senator muda dari Illionis dan memiliki kulit hitam yang telah lama mengalami diskriminasi di Amerika Serikat. Untuk memaksimalkan potensi kampanye media sosialnya, Obama menunjuk Chris Hughes yang merupakan salah satu pendiri facebook untuk menangani kampanye media sosialnya. Kampanye media sosial yang dilakukan Hughes disentralisasikan dalam situs my.barrackobama.com dan melalui situs ini Hughes berhasil menciptakan komunitas digital online beranggotakan lebih dari satu juta orang. Salah satu hasil dari kampanye media sosial Hughes ini tampak dari bagaimana dana yang terkumpul dalam penggalangan dana kampanye Obama mencapai 265 juta dolar, dengan separuhnya berasal dari penyumbang-penyumbang yang memberikan kurang dari 200 dolar. Lebih dari 28 juta dolar sumbangan itu muncul dalam laporan online.

Dalam sebuah artikel yang didapatkan dari lembaga pengawas pemilu yang ada di Indonesia didapatkan data bahwa jumlah pengguna media sosial facebook di Indonesia mencapai 6,5 persen dari populasi (15.694.449 dari total penduduk Indonesia sebanyak 241.452.952). Indonesia berada di peringkat tiga dunia setelah Amerika Serikat (24,3 persen) dan jepang (9,3 persen). Dalam pilkada serentak 2015, dari semua Kepala Daerah yang menggunakan menggunakan media sosial sebagai media kampanyenya, 57 persen diantaranya memilih facebook dan 27 persen menggunakan twitter. Hal ini menunjukkan posisi facebook sebagai media utama dalam kampanye media sosial calon Kepala Daerah. (http://www.bawaslu-dki.go.id/13/10/2015/kampanye-pilkada-di-media-sosial, diakses pada tanggal 7 maret 2017 pukul 19.00 Wib)

Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) merupakan salah satu bentuk pemilu yang rutin dilaksanakan di Negara Indonesia yang menganut paham demokrasi. Pilkada dimaksudkan untuk memilih kepala daerah yang akan memimpin sebuah daerah. Sistem pemilihan ini tidak berbeda jauh dengan pemilu dimana sebelum pemilihan diadakan para kandidat diperkenankan untuk mengenalkan diri kepada masyarakat dalam tahapan yang disebut dengan kampanye. Kampanye ini ditujukan sebagai ajang para kandidat untuk memenangkan dukungan masyarakat kampanye ini mencakup seluruh tindakan yang dilakukan kandidat dalam rangka menciptakan efek tertentu terhadap masyarakat agar memberikan dukungannya terhadap kandidat tersebut.

Posting Komentar untuk "PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PROSES KAMPANYE PRESIDEN AMERIKA SERIKAT"