PENGERTIAN, PEMBAGIAN DAN JENIS-JENIS MEDIA SOSIAL

Daftar Isi

 PENGERTIAN, PEMBAGIAN DAN JENIS-JENIS MEDIA SOSIAL


Menurut Hafied Cangara dalam Dewi (2014: 25), Media merupakan alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator pada khayalak. Dengan menyampaikan pesan pada khayalak, diharapkan terjadi respon sesuai dengan tujuan awal disampaikannya pesan tersebut. seberapa baik reaksi yang diberikan oleh khayalak tergantung dari bagaimana penerimaan khayalak terhadap pesan tersebut.Berkembangnya teknologi khususnya teknologi komunikasi berimplikasi pada keberadaan media yang ada. Media seperti televisi, radio, dan surat kabar merupakan media yang popular dimasyarakat. Tetapi media saat ini yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah media sosial yang secara tidak langsung mengikis keberadaan media-media yang sudah ada sebelumnya.

            Mandibergh dalam Wahid (2016: 92) mendefenisikan media sosial sebagai media yang mewadahi kerjasama diantara pengguna yang menghasilkan konten (user generated content). Media sosial dipandang sebagai lingkungan interaksi antar penggunanya yang menghasilkan sebuah hubungan. Dimana akan tercipta suatu keadaan yang saling memberikan pendapat dan membentuk suatu pola interaksi.

            Media sosial dalam pengertian Van Dik dalam Umaimah (2016: 92) adalah sebuah platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktivitas maupun berkolaborasi. Karena itu, media sosial dapat dilihat sebagai media (fasilitator) online yang menguatkan hubungan antara pengguna sekaligus.

            Andreas Kaplan dan Michael Haenlein dalam Gusti (2012: 10) mendefinisikan media sosial sebagai sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang dibangun diatas dasar ideologi dan teknologi web 2.0, dan memungkinkan penciptakan dan pertukaran user-generated content. Web 2.0 merupakan platform dasar pada media sosial. Andreas Kaplan dan Michael haenlein membagi media sosial kedalam enam jenis yaitu:

1.      Proyek kolaborasi (Wikipedia)

2.      Blog dan microblogs (twitter)

3.      Komunitas konten (youtube)

4.      Situs jaringan sosial (facebook)

5.      Virtual game (world of warcraft)

6.      Virtual social (second life)

 

Situs jaringan sosial merupakan tempat dimana setiap orang bisa membuat halaman web yang berisi informasi pribadinya, dimana setiap orang dapat terhubung didalamnya untuk saling berbagi informasi dan berkomunikasi. Beberapa jejaring sosial yang cukup popular antara lain facebook, twitter, myspace, dan plurk.

Berdasarkan karakteristik yang dimilikinya Nasrullah dalam Umaimah (2016 :93) membagi media sosial kedalam beberapa karakteristik, diantaranya adalah:

1.      Jaringan (network)

2.      Informasi (informasi)

3.      Arsip (archive)

4.      Interaktif (interaction)

5.      Stimuli sosial (stimulation of social)

6.      Konten oleh pengguna (user-generated-content)

 

Lahirnya media sosial tidak terlepas dari perkembangan teknologi komunikasi yang terjadi. Sejarah perkembangan internet menjadi dasar dari tercetusnya media sosial. Ada beberapa tahap yang menjadi dasar penemuan media sosial :

1.      Penemuan Sistem Papan Buletin pada tahun 1978

Sistem ini memungkinkan kita untuk dapat berhungan dengan orang lain melalui pesan elektronik, ataupun mengunggah dan mengunduh perangkat lunak. Semua aktivitas maya ini dilakukan masih dengan menggunakan saluran telepon yang terhubung dengan modem.

2.      Lahirnya situs GeoCities pada tahun 1995

Situs ini menyediakan layanan penyewaan penyimpanan data-data website agar halaman website bisa di akses dari mana saja. Kemunculan GeoCities ini menjadi tonggak munculnya website-website di seluruh dunia.

3.      Munculnya situs jejaring sosial pertama Sixdegree.com pada tahun 1997

Walaupun sebenarnya pada tahun 1995 terdapat situs classmates.com yang juga merupakan situs jejaring sosial. Namun, sixdegree.com dianggap lebih menawarkan sebuah situs jejaring sosial dibandingkan classmates.com

4.      Lahirnya Blogger pada tahun 1999

Situs ini menawarkan penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya sendiri, sehingga penggunanya bisa memuat hal tentang apapun, termasuk hal pribadi ataupun untuk mengkritisi pemerintah. Sehingga bisa dikatakan blogger ini menjadi tonggak berkembangnya sebuah media sosial.

5.      Berdirinya Friendster pada tahun 2002

Friendster merupakan situs jejaring sosial yang pada saat itu menjadi booming, dan keberadaan sebuah media sosial menjadi fenomenal.

6.      Lahirnya LinkedIn pada tahun 2003

LinkedIn tidak hanya berguna untuk bersosialisasi, akan tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan, sehingga fungsi dari sebuah media sosial makin berkembang.

7.      Berdirinya MySpace pada tahun 2003

MySpace menawarkan kemudahan dalama menggunakannya, sehingga MySpace disebut sebagai situs jejaring sosial yang user friendly.

8.      Lahirnya Facebook pada tahun 2004

Facebook merupakan situs media sosial yang sangat fenomenal saat ini. Facebook merupakan situs jejaring sosial yang terkenal hingga saat ini, dan merupakan salah satu situs jejaring sosial yang memiliki anggota terbanyak.

9.      Peluncuran Twitter pada tahun 2006

Twitter adalah situs tidak berbayar yang berisi pesan tidak lebih dari 140 karakter dengan sebutan tweets dan disebarkan dengan sangat cepat kepada semua pengguna yang mengikuti satu akun tertentu. (Andriadi, 2016 : 55 – 56)

Perkembangan teknologi komunikasi juga turut mempengaruhi perkembangan media sosial yang ada. Penggunaan media sosial yang berbasis dari internet dapat diakses dari mobile phone. Hal ini menempatkan media sosial sebagai media komunikasi yang paling popular. Tingginya pengguna media sosial di Indonesia juga mempengaruhi budaya yang ada, termasuk penggunaan media sosial untuk kepentingan politik, seperti kampanye menjelang Pemilu ataupun Pilkada.



Sumber Pustaka:

Pratiwi Putri Aji, Dewi. 2012. Penggunaan Media Sosial Dalam Pemenangan Joko Widodo – Basuki Tjahaja Purnama Pada Pilkada DKI Jakarta 2012 : studi atas marketing politik di facebook dan twitter

Wahid, Umaimah. 2016. Komunikasi Politik: Teori, Konsep, dan Aplikasi pada Era Media Baru. Bandung: Simbiosa Rekatama Media

Ngurah Aditya Lesmana, I Gusti. 2012. Analisis Pengaruh Media Twitter Terhadap Pembentukan Brand Attachment


Posting Komentar