TUJUAN PALING MENDASAR DARI KEGIATAN PUBLIC RELATIONS

Daftar Isi

Tujuan public relations
Seperti kita ketahui tujuan paling mendasar dari kegiatan Humas adalah menciptakan pemahaman. Menurut Jefkins (1992 : 51) :
Setiap praktisi Humas berkewajiban menjadikan khalayak organisasinya memahami produk atau kehadiran organisasi secara keseluruhan. Mereka sama sekali tidak dibebani tugas untuk membuat khalayak tadi menyukai atau mencintai organisasinya. Kalau khalayak bisa memahami kondisi organisasi, meskipun mereka tidak menyukainya, tujuan Humas sudah tercapai. Jadi di sini yang ditekankan adalah pengertian atau pemahaman.    
Jadi pada intinya kegiatan humas senantiasa berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman/ pengertian melalui pengetahuan. Pengertian dan pemahaman yang tercipta diantara publik dengan perusahaannya dapat membuat citra suatu perusahaan semakin baik di mata publiknya.

Selanjutnya menurut Anggoro (2001:69) “Citra Humas yang ideal adalah kesan yang benar, yakni sepenuhnya berdasarkan pengalaman, pengetahuan, serta pemahaman atas kenyataan yang sesungguhnya”. Oleh karena itu peristiwa apapun yang terjadi di dalam suatu perusahaan, baik itu positif maupun negatif, hendaknya tidak ditutup-tutupi, karena hal ini akan membuat masyarakat menjadi semakin tidak simpati terhadap perusahaan tersebut.
Hal yang harus selalu diingat adalah bahwa perusahaan tidak tumbuh dengan sendirinya, dibutuhkan dukungan dari masyarakat agar keberadaan suatu perusahaan dapat berjalan dengan baik, dengan demikian akan terbentuk pula citra yang baik mengenai reputasi perusahaan tersebut.
Perusahaan-perusahaan yang memiliki reputasi yang bagus, umumnya menikmati enam hal, yaitu :
1.     Hubungan yang baik dengan para pemuka masyarakat
2.     Hubungan yang positif dengan  pemerintah setempat
3.     Risiko krisis yang lebih kecil
4.     Rasa kebanggaan dalam organisasi dan diantara khalayak sasaran
5.     Saling pengertian antara khalayak sasaran, baik internal maupun eksternal
6.     Meningkatkan kesetiaan para staf perusahaan
      (Anggoro, 2001:67)
.                                              


Posting Komentar