NASKAH TEATER SEBAGAI KARYA SASTRA

Daftar Isi


Kali ini kita akan membahas tentang naskah teater sebagai sebuah sastra. Pada perkembangannya teater sebagai sebuah pemahaman lebih akrab dipanggil drama, menurut Ferdinan Brunetiere dan Balthazar Verhagen, drama atau teater adalah kesenian yang melukiskan sifat dan sikap manusia dan harus melahirkan kehendak manusia dengan action dan prilaku
“Sebagai sebuah karya yang mempunyai dua dimensi, maka pementasan harus dianggap sebagai penafsiran lain dari penafsiran yang telah ada yang dapat ditarik dari suatu karya drama. Dengan kata lain penafsiran itu memberikan kepada drama sebuah penafsiran kedua”. (Luxemburg).
Maksud dari pernyataan ini adalah, pementasan baru dimungkinkan terjadi jika teks drama telah ditelaah dan ditafsirkan oleh sutradara dan pemain untuk kepentingan seni peran. Sehingga drama memiliki dua dimensi karakteristik, yaitu dimensi sastra dan dimensi pertunjukkan.

“Sebagai sebuah genre sastra, drama memungkinkan ditulis dalam bahasa yang memikat dan mengesankan. Drama dapat ditulis oleh pengarangnya dengan mempergunakan bahasa sebagaimana sajak. Penuh irama dan kaya akan bunyi yang indah, namun sekaligus menggambarkan watak-watak manusia secara tajam, serta menampilkan peristiwa yang penuh kesuspenan”.(Sumardjo)
Secara genre sastra, secara umum dapat dikatakan drama mendekati, atau bahkan diidentikkan dengan fiksi. Biasanya rumusan tentang keidentikan ini diperoleh dari penelusuran tentang bagaimana unsur  cerita atau peristiwa dihadirkan oleh pengarang. Unsur-unsur semacam ini biasa dikenal dengan fiksionalitas, pada drama peristiwa-peristiwa tersebut melulu disampaikan melalui dialog-dialog.
Pada intinya apa yang disebut dengan drama adalah sebuah genre sastra yang penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya dialog diantara tokoh-tokoh yang ada. Selain didominasi oleh cakapan yang langsung itu, lazimnya sebuah karya drama juga memperlihatkan adanya semacam petunjuk pemanggungan yang akan memberikan gambaran tentang suasana, lokasi, atau apa yang dilakukan oleh tokoh. Pengertian umum mengenai karya drama ini mengikuti batasan sebagaiamna pernah dikemukakan oleh Sir John Pllock (1958) bahwa :
“A play as a work of art composed of work spoken, or motion performed, by imagined characters and having a subject, action, development, climax and conslusion.”
Selanjutnya Soemanto menjelaskan lebih lanjut mengenai naskah teater / drama sebagai berikut :
“:Drama adalah suatu bentuk seni yang bercerita lewat percakapan dan aksi tokoh-tokohnya. Akan tetapi, percakapan atau dialog itu sendiri bisa juga dipandang sebagai pengertian aksi. Meskipun merupakan satu bentuk kesusastraan, cara penyajian drama berbeda dari bentuk kesusasteraan lainnya.” (Soemanto)
Unsur unsur dalam lakon secara ringkas adalah : Tema, Plot atau alur, tokoh, waktu dan tempat, konflik-konflik.
Dalam hal penokohan, didalamnya termasuk hal-hal yang berkaitan dengan penamaan, pemeranan, keadaan fisik tokoh (aspek fisikologis), keadaan sosial tokoh (aspek sosiologis), serta karakter tokoh. Hal-hal yang termasuk di dalam permasalahan penokohan ini saling berhubungan dalam upaya membangun permasalah-permasalahan atau konflik-konflik kemanusiaan yang merupakan persyaratan utama drama.
Alur atau plot adalah hubungan antara satu peristiwa atau kelompok peristiwa dengan peristiwa lain.
Latar merupakan identitas permasalah drama sebagai karya fiksionalitas yang secara samar diperlihatkan penokohan dan alur. Memperjelas suasana, tempat serta waktu peristiwa itu berlaku.
Berikut ini, disinggung permasalahan pengarang dan kenyataan semesta sebagai faktor penting dalam penciptaan drama.
                         EKSTRINSIK

Realitas objektif                              Pengarang
Norma-norma
Sensitivitas/kepekaan
 

Imajinasi
 

Intelektualitas
 

Pandangan hidup
Ideologi
Tatanilai
Konvensi budaya
Konvensi sastra
Konvensi bahasa
                          INSTRINSIK                                               Sudut Pandang
GAYA BAHASA                                     
 
ALUR / PENOKOHAN / LATAR
PERMASALAHAN
TEMA DAN AMANAT    
Diagram 2 : Klasifikasi unsur drama sebagai karya sastra
(Sumber tulisan : Soemanto, Bakdi, Jagat Teater. Media Pressindo, Yogyakarta, 2001.
Luxemburg, Jan van, dkk, Pengantar Ilmu Sastra, Gramedia, jakarta 1984 )

Posting Komentar